MAKALAH IPS
TENTANG KEBERAGAMAN BUDAYA DAN MANFAATNYA
DISUSUN OLEH :
TENTANG KEBERAGAMAN BUDAYA DAN MANFAATNYA
DISUSUN OLEH :
1. Abdul Khakim
2. Amiruddin Fahmi
3. Damyati
4. Dede Suhendra
XI TKJ A
SMK NEGERI 4 KAB. BEKASI
KELOMPOK TEKNOLOGI DAN INDUSTRI
JL. Raya Tarumajaya, Kp. Tanah Baru Ds. Pantai Makmur Kec. Tarumajaya Kab.Bekasi (021) 88992124
2010
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah swt. Atas pertolongan, hidayah dan inayahnya, kami dapat menyelesaikan makalah “Keberagaman budaya dan manfaatnya” ini. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw. Beserta keluarga, sahabat dan umatnya.
Maksud dan tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk melengkapi persyaratan kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial tahun pelajaran 2009/2010 di sekolah kami SMK.N 4 Kab. Bekasi, Jawa Barat. Adapun penyusunan makalah ini berdasarkan data-data yang telah kami peroleh dari beberapa sumber maupun internet.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak sekali kekurangannya. Oleh karena itu, kami siap menerima kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah yang kami susun. Kurang lebihnya kami mohon maaf dan kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
Penyusun
Kata Pengantar ………………………………………………………….. 2
Daftar Isi ………………………………………………………………… 3
BAB I Pendahuluan
Latar Belakang ……………………………………… 4
Tujuan …………………………………………….. 5
Perumusan Masalah ………………………………. 5
BAB II Landasan Teori
Faktor Penyebab Keberagaman Budaya ………….. 6
Manfaat Keberagaman Budaya ……………………….. 10
BAB III Kesimpulan dan Penutup
Kesimpulan …………………………………………… 11
Daftar Pustaka ……………………………………. 11
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada didaerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana mereka tinggal tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Kemudian juga berkembang dan meluasnya agama-agama besar di Indonesia turut mendukung perkembangan kebudayaan Indonesia sehingga memcerminkan kebudayaan agama tertentu. Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keaneragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi. Tidak saja keanekaragaman budaya kelompok sukubangsa namun juga keanekaragaman budaya dalam konteks peradaban, tradsional hingga ke modern, dan kewilayahan.
Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya.Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Dan tak kalah pentingnya, secara sosial budaya dan politik masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang dirangkai sejak dulu. Interaksi antar kebudayaan dijalin tidak hanya meliputi antar kelompok sukubangsa yang berbeda, namun juga meliputi antar peradaban yang ada di dunia. Labuhnya kapal-kapal Portugis di Banten pada abad pertengahan misalnya telah membuka diri Indonesia pada lingkup pergaulan dunia internasional pada saat itu. Hubungan antar pedagang gujarat dan pesisir jawa juga memberikan arti yang penting dalam membangun interaksi antar peradaban yang ada di Indonesia. Singgungan-singgungan peradaban ini pada dasarnya telah membangun daya elasitas bangsa Indonesia dalam berinteraksi dengan perbedaan. Di sisi yang lain bangsa Indonesia juga mampu menelisik dan mengembangkan budaya lokal ditengah-tengah singgungan antar peradaban itu. Lalu faktor-faktor apakah yang menyebabkan keanekaragaman di Indonesia dan apakah manfaatnya, mari kita bahas di pembahasan selanjutnya.
1.2 Tujuan
Agar kita sebagai siswa dan siswi mampu memahami faktor-faktor keberagaman budaya di Indonesia sekaligus bisa memahami dan merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari kita semua.
1.3 Perumusan Masalah
faktor-faktor Apa sajakah yang mempengaruhi keberagaman budaya di Indonesia ?
Apakah manfaat dari keberagaman budaya di Indonesia khususnya bagi kita (siswa dan siswi) sebagai generasi penerus bangsa ?
BAB II
Landasan Teori
2.1 Faktor Penyebab Keberagaman Kebudayaan
Seperti kita ketahui bahwa Negara Indonesia terdiri dari berbagai macam budaya dari berbagai macam suku bangsa. Oleh karena itu, bangsa Indonesia dikenal karena masyarakatnya yang multikultural. Keragaman budaya milik suku-suku bangsa merupakan potensi yang besar bagi pembentukan budaya nasional. Keberagaman budaya local inilah yang menyebabkan karakteristik budaya nasional menjadi khas yang membedakan dengan budaya bangsa-bangsa lain di dunia.
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang dihuni oleh penduduk yang berasal dari nenek moyang yang sama, tetapi karena terpisah oleh lautan yang memutus hubungan mereka menyebabkan perkembangan kebudayaanya berbeda-beda. Berikut adalah yang menjadi faktor penyebab dari keberagaman budaya.
1. Keberagaman Suku Bangsa
Sesuai dengan letak geografisnya, wilayah Indonesia terdiri atas kurang lebih 17 ribu pulau yang tersebar di suatu daerah equator sepanjang kurang lebih 300 mil dari timur ke barat dan lebih dari 1000 mil dari utara ke selatan. Hal tersebut merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap terciptanya pluralitas suku bangsa di Indonesia. Menurut ahli Antropologi, terdapat empat kelompok suku bangsa yang mendiami kepulauan Indonesia, yaitu Melanesia, Proto-Austronesian, Polynesia dan Mikronesia.
Orang-orang Indonesia berasal dari berbagai suku bangsa, termasuk Jawa, Sunda, Madura, Aceh, Batak, Minangkabau, Bali, dan Bugis. Suku Jawa adalah yang terbesar di Indonesia, dan mereka kurang lebih merupakan 45% dari seluruh populasi. Mereka berasal dari bagian tengah tengah dan timur Pulau Jawa. Suku Sunda adalah suku terbesar kedua , dan mereka merupakan 14% dari seluruh populasi. Mereka pada awalnya mendiami bagian barat Pulau Jawa. Suku terbesar ketiga adalah suku Madura, yang merupakan 7,5% dari seluruh populasi. Mereka pada awalnya mendiami Pulau Madura, bagian timur Pulau Jawa dan Kepulauan Kangean. Suku bangsa terbesar keempat adalah suku Minangkabau, yang merupakan 3% dari seluruh populasi dan merupakan pendiam dari propinsi Sumatera Barat. Minangkabau sangat terkenal di kalangan antropolog sebagai penganut sistem matrilineal terbesar di dunia.
2. Keberagaman Bahasa dan Dialek
Diseluruh Indonesia terdapat sekitar 300 macam bahasa lokal dan dialek yang dikelompokkan berdasarkan kelompok suku bangsa yang hidup tersebar di Nusantara. Bahasa Nasional Indonesia diperkenalkan secara resmi sejak kemerdekaan Indonesia dan diberi nama Bahasa Indonesia. Leksikon dan struktur bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu yang diperkaya oleh bahasa-bahasa daerah di Nusantara.
3. Keberagaman Agama / Kepercayaan
Di Indonesia terdapat lima Agama yang secara resmi di akui, yaitu Islam, Katholik, Protestan, Hindu dan Buddha. Hingga sekarang umat beragama di Indonesia hidup ruun secara damai dan berdampingan. Hal ini disebabkan bangsa Indonesia memiliki semangat toleransi yang cukup tinggi dalam kehidupan beragama. Selain itu, kebebasan beragama dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa telah dijamin oleh UUD 1945.
4. Keberagaman Seni dan Budaya
Bangsa Indonesia dikenal sangat kaya akan seni dan budayanya, seperti seni sastra, seni tari, seni ukir, seni drama dan lain-lain. Tarian drama di Jawa dan Bali merupakan perpaduan dari mitologi asli dan pengaruh Hindu-Buddha.Masyarakat Indonesia dikenal terampil yang tercermin dari variasi , bentuk dan model hasil karya budayanya. Batik merupakan pakaian hasil celupan dan ukiran lilin yang khas buatan masyarakat Jawa. Keberagaman seni dan budaya bangsa Indonesia tercermin pula pada macam-macam seni sastra (prosa dan puisi), seni rupa dan seni pertunjukan. Masing-masing cabang kesenian tersebut pada setiap daerah dan suku bangsa berbeda-beda sifat, jenis dan bentuknya.
Berikutnya kami ingin menjelaskan tentang keberagaman kebudayaan – kebudayaan yang kami peroleh melalui Internet, Indonesia sebagai negara kesatuan mempunyai banyak pulau – pulau sehingga dapat juga disebut negara kepulauan, bahkan kepulauan di Indonesia adalah merupakan suatu gagasan yang terpanjang dan terbesar di dunia. Selain itu negara indonesia sebagai negara suatu bangsa juga memiliki suku – suku bangsa, bahkan dalam satu pulau pun dapat terdiri dari beberapa suku bangsa.
Di Indonesia ada ± 250 buah jenis bahasa daerah, aneka ragam hukum adat istiadat, dan kebiasaan. Segala macam bahasa daerah dan dialek itu sesungguhnya berasal dari sumber yang sama yaitu bahasa dan budaya melayu austronia.
Menurut tingkat kemajuanya, ada kebudayaan primitif , berkembang dan kebudayaan maju. Menurut wilayah geografisnya ada kebudayaan agraris, kebudayaan pedalaman, kebudayaan pantai, kebudayaan nelayan, kebudayaan perdesaan, kebudayaan perkotaan, kebudayaan metropolitan. Menurut kelompok pendukungnya ada kebudayaan suku, kebudayaan puak, dan kebudayaan nasional. Menurut tingkat kualitas ada kebudayaan tinggi, menengah dan rendah, primitif (bersahaja), berkembang maju (modern). Menrut pendukungnya ada kebudayaan pedagang, petani, intelektual. Menurut wujudnya ada kebudayaan fisik (material), kebudayaan spiritual (nonfisik).
Kebudayaan tarsebut berbeda tingkat komplekasinya, berbeda kelompok pendukungnya, berbeda wilayah budayanya, berbeda bidang – bidang dan sebagainya, keberagaman kebudayaan tersebut terjadi karena di sebabkan oleh berbagai faktor – faktor.
1. Faktor manusia
Apabila manusia aktif dalam menciptakan kebudayaan akan bertambah maju, sebaliknya apabila manusia tidak lagi memelihara kebudayaannya maka kebudayaannya tersebut akan hilang.
2. Faktor lingkungan alam
Terjadinya gempa bumi, angin ribut (taupan), banjir basar, gunung meletus, kemarau yang berkepanjangan, dan lain – lainnya yang menyebabkan masyarakat yang mendiami daerah – daerah tersebut tarpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Dan saat itulah masyarakat tersebut akan beradaptasi dengan sendirinya dan menyesuaikan diri pada lingkungan dan kebudayaan yang baru.
3. Faktor perubahan nilai – nilai dan sikap
Setiap individu dalam melaksanakan aktivitas yang selalu berdasarkan serta perpedoman kepada nilai – nilai yang ada dan hidup dalam masyarakat. Di lain pihak nilai – nilai ini sangat mempengaruhi tindakan dan perilaku manusuia baik secara perorangan, kelompok maupun terhadap masyarakat itu sendiri. Di katakan demikian karena nilai – nilai tersebut adalah sekumpulan perorangan, kelompok atau masyarakat tidak patut terhadap obyek maaterial maupun non material. Dengan yang selalu diinginkan, di cita – citakan dan di anggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.
4. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
1. Akulturasi
Akulturasi dalah sebuah fenomena yang timbul sebagai hasil, jika kelompok – kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-bada bertemu dan mangadakan kontak secara langsung dan terus menerus, yang kemudian menimbulkan perubahan dalaam pola – pola kebudayaan.
2. Asimilasi
Asimilasi adalah suatu proses sosial yang telah lanjut yang ditandai dengan kurangnya pembedaan antara individi – induvidu dan antara kelompok – kelompok, dan makin eratnya kesatuan aksi, sikap – sikap dan proses mental yang berhubungan dengan kepentingan dan tujuan yang sama.
3. Difusi
Difusi adalah suatu proses penyebaran unsur – unsur kebudayaan dari perorangan kepada orang laindan dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Dengan proses terseut manusia mampu menghimpun penemuan – penemuan baru yang telah di hahisilkan.
4. Sintesa
Sintasa adalah campuran antara dua kebudayaan yang berbeda dan melahirkan kebudayaan dalam bentuk – bentuk baru dari keluarga.
5. Dominasi
Dominasi adalah bila kebudayaan terdesak dan akhirnya lenyap di ganti dengan kebudayaan yang baru masuk.
6. Faktor kemajuan teknologi
Perkembangan teknologi yang begitu cepat menimbulkan perkembangan – perkembangan pula di lapang sosial. Misalnya pengaruh penemuan radio mempunyai efek pada leapangan rekreasi, pendidikan, pengangkutan, agama, pertanian, ekonomi, pemerintah dan sebagainya.
7. Perubahan kependudukan
Perubahan kependudukan bisa terjadi kaarena adanya gerak kemasyarakatan. Gerak kemasyarakatan ini dapat di bagi menjadi dua yaitu gerak kemasyarakatan yang bersifat vertikal dan horizontal.
Jadi dengan adanya gerak kemasyarakatan yang mengakibatkan terjadinya perubahan kependudukan, ini bararti akan mengakibatkan terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan di dalam masyarakat.
2.2 Manfaat Keberagaman Budaya
Kebudayaan masyarakat Indonesia sangat beraneka ragam karena terdiri atas bermacam-macam suku bangsa, ras, agama, bahasa, adat istiadat, golongan politik dan sebagainya. Keragaman kebudayaan inilah yang menyebabkan masyarakat di Indonesia menjadi unik dan berbeda dengan masyarakat lainnya di dunia. Namun keberagaman tersebut menyebabkan kehidupan masayarakat Indonesia menjadi rawan konflik. Masyarakat majemuk atau multikultural memiliki karakteristik heterogen dengan pola hubungansosial antarindividu bersifat toleran dan harus menerima kenyataan untuk hidup berdampingan secara damai satu sama lain dengan perbedaan-perbedaan yang melekat pada tiap entitas sosial dan politiknya. Kebesaran kebudayaan sauatu masyarakat atau bangsa terletak pada kemampuannya untuk menampung berbagai perbedaan dan keberagaman dalam satu ikatan yang berdasarkan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan demokrasi. Manfaat keberagaman budaya suku-suku bangsa adalah sarana untuk menengahi setiap ada isu konflik separatis dan disintegrasi sosial.
Keberagaman budayapun banyak manfaatnya, antara lain sebagai modal dasar kekuatan dalam membangun bangsa Indonesia menuju bangsa yang besar dan modern, untuk mengembangkan kreatifitas kita sebagai generasi penerus bangsa, manfaat dalam ilmu pengetahuan yaitu untuk menambah referensi pengetahuan bagi setiap individu, untuk saling berinteraksi satu sama lain dari keanekaragaman budaya tersebut, mengetahui adat istiadat dan hukum adat yang berada pada budaya masing-masing, untuk ekonomi bisa di gunakan untuk menyedot wisatawan mancanegara dan bisa menambah devisa negara, untuk budaya sebagai perkembangan keanekaragaman budaya tersebut, dan yang terakhir teknologi, dengan adanya kemajuan teknologi maka kebudayaan yang sudah lama tumbuh bisa kita lacak kebenaranya, melalui peninggalan sejarah yang ada.
BAB III
Kesimpulan dan Penutup
3.1 Kesimpulan
Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok suku bangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya.Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Oleh karena itu, bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang multikultural. .
Berikut adalah yang menjadi factor utama penyebab dari keberagaman budaya. :
1. Keberagaman Suku Bangsa
2. Keberagaman Bahasa dan Dialek
3. Keberagaman Agama / Kepercayaan
4. Keberagaman Seni dan Budaya
Manfaat keberagaman budaya adalah sarana untuk menengahi setiap ada isu konflik separatis, disintegrasi sosial dan sebagai modal dasar kekuatan dalam membangun bangsa Indonesia menuju bangsa yang besar dan modern.
3.2 Daftar Pustaka
http://septian91.ngeblogs.com/2009/11/26/isd-keberagaman-kebudayaan/
http://prasetijo.wordpress.com/2009/07/24/keragaman-budaya-indonesia/
http://my.opera.com/paw_rs2/blog/2007/08/29/keragaman-suku-bangsa-di-indone
http://tanyasaja.detik.com/pertanyaan/40956-keberagaman-budaya
LKS IPS (XI) Halaman 14-17
Landasan Teori
2.1 Faktor Penyebab Keberagaman Kebudayaan
Seperti kita ketahui bahwa Negara Indonesia terdiri dari berbagai macam budaya dari berbagai macam suku bangsa. Oleh karena itu, bangsa Indonesia dikenal karena masyarakatnya yang multikultural. Keragaman budaya milik suku-suku bangsa merupakan potensi yang besar bagi pembentukan budaya nasional. Keberagaman budaya local inilah yang menyebabkan karakteristik budaya nasional menjadi khas yang membedakan dengan budaya bangsa-bangsa lain di dunia.
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang dihuni oleh penduduk yang berasal dari nenek moyang yang sama, tetapi karena terpisah oleh lautan yang memutus hubungan mereka menyebabkan perkembangan kebudayaanya berbeda-beda. Berikut adalah yang menjadi faktor penyebab dari keberagaman budaya.
1. Keberagaman Suku Bangsa
Sesuai dengan letak geografisnya, wilayah Indonesia terdiri atas kurang lebih 17 ribu pulau yang tersebar di suatu daerah equator sepanjang kurang lebih 300 mil dari timur ke barat dan lebih dari 1000 mil dari utara ke selatan. Hal tersebut merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap terciptanya pluralitas suku bangsa di Indonesia. Menurut ahli Antropologi, terdapat empat kelompok suku bangsa yang mendiami kepulauan Indonesia, yaitu Melanesia, Proto-Austronesian, Polynesia dan Mikronesia.
Orang-orang Indonesia berasal dari berbagai suku bangsa, termasuk Jawa, Sunda, Madura, Aceh, Batak, Minangkabau, Bali, dan Bugis. Suku Jawa adalah yang terbesar di Indonesia, dan mereka kurang lebih merupakan 45% dari seluruh populasi. Mereka berasal dari bagian tengah tengah dan timur Pulau Jawa. Suku Sunda adalah suku terbesar kedua , dan mereka merupakan 14% dari seluruh populasi. Mereka pada awalnya mendiami bagian barat Pulau Jawa. Suku terbesar ketiga adalah suku Madura, yang merupakan 7,5% dari seluruh populasi. Mereka pada awalnya mendiami Pulau Madura, bagian timur Pulau Jawa dan Kepulauan Kangean. Suku bangsa terbesar keempat adalah suku Minangkabau, yang merupakan 3% dari seluruh populasi dan merupakan pendiam dari propinsi Sumatera Barat. Minangkabau sangat terkenal di kalangan antropolog sebagai penganut sistem matrilineal terbesar di dunia.
2. Keberagaman Bahasa dan Dialek
Diseluruh Indonesia terdapat sekitar 300 macam bahasa lokal dan dialek yang dikelompokkan berdasarkan kelompok suku bangsa yang hidup tersebar di Nusantara. Bahasa Nasional Indonesia diperkenalkan secara resmi sejak kemerdekaan Indonesia dan diberi nama Bahasa Indonesia. Leksikon dan struktur bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu yang diperkaya oleh bahasa-bahasa daerah di Nusantara.
3. Keberagaman Agama / Kepercayaan
Di Indonesia terdapat lima Agama yang secara resmi di akui, yaitu Islam, Katholik, Protestan, Hindu dan Buddha. Hingga sekarang umat beragama di Indonesia hidup ruun secara damai dan berdampingan. Hal ini disebabkan bangsa Indonesia memiliki semangat toleransi yang cukup tinggi dalam kehidupan beragama. Selain itu, kebebasan beragama dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa telah dijamin oleh UUD 1945.
4. Keberagaman Seni dan Budaya
Bangsa Indonesia dikenal sangat kaya akan seni dan budayanya, seperti seni sastra, seni tari, seni ukir, seni drama dan lain-lain. Tarian drama di Jawa dan Bali merupakan perpaduan dari mitologi asli dan pengaruh Hindu-Buddha.Masyarakat Indonesia dikenal terampil yang tercermin dari variasi , bentuk dan model hasil karya budayanya. Batik merupakan pakaian hasil celupan dan ukiran lilin yang khas buatan masyarakat Jawa. Keberagaman seni dan budaya bangsa Indonesia tercermin pula pada macam-macam seni sastra (prosa dan puisi), seni rupa dan seni pertunjukan. Masing-masing cabang kesenian tersebut pada setiap daerah dan suku bangsa berbeda-beda sifat, jenis dan bentuknya.
Berikutnya kami ingin menjelaskan tentang keberagaman kebudayaan – kebudayaan yang kami peroleh melalui Internet, Indonesia sebagai negara kesatuan mempunyai banyak pulau – pulau sehingga dapat juga disebut negara kepulauan, bahkan kepulauan di Indonesia adalah merupakan suatu gagasan yang terpanjang dan terbesar di dunia. Selain itu negara indonesia sebagai negara suatu bangsa juga memiliki suku – suku bangsa, bahkan dalam satu pulau pun dapat terdiri dari beberapa suku bangsa.
Di Indonesia ada ± 250 buah jenis bahasa daerah, aneka ragam hukum adat istiadat, dan kebiasaan. Segala macam bahasa daerah dan dialek itu sesungguhnya berasal dari sumber yang sama yaitu bahasa dan budaya melayu austronia.
Menurut tingkat kemajuanya, ada kebudayaan primitif , berkembang dan kebudayaan maju. Menurut wilayah geografisnya ada kebudayaan agraris, kebudayaan pedalaman, kebudayaan pantai, kebudayaan nelayan, kebudayaan perdesaan, kebudayaan perkotaan, kebudayaan metropolitan. Menurut kelompok pendukungnya ada kebudayaan suku, kebudayaan puak, dan kebudayaan nasional. Menurut tingkat kualitas ada kebudayaan tinggi, menengah dan rendah, primitif (bersahaja), berkembang maju (modern). Menrut pendukungnya ada kebudayaan pedagang, petani, intelektual. Menurut wujudnya ada kebudayaan fisik (material), kebudayaan spiritual (nonfisik).
Kebudayaan tarsebut berbeda tingkat komplekasinya, berbeda kelompok pendukungnya, berbeda wilayah budayanya, berbeda bidang – bidang dan sebagainya, keberagaman kebudayaan tersebut terjadi karena di sebabkan oleh berbagai faktor – faktor.
1. Faktor manusia
Apabila manusia aktif dalam menciptakan kebudayaan akan bertambah maju, sebaliknya apabila manusia tidak lagi memelihara kebudayaannya maka kebudayaannya tersebut akan hilang.
2. Faktor lingkungan alam
Terjadinya gempa bumi, angin ribut (taupan), banjir basar, gunung meletus, kemarau yang berkepanjangan, dan lain – lainnya yang menyebabkan masyarakat yang mendiami daerah – daerah tersebut tarpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Dan saat itulah masyarakat tersebut akan beradaptasi dengan sendirinya dan menyesuaikan diri pada lingkungan dan kebudayaan yang baru.
3. Faktor perubahan nilai – nilai dan sikap
Setiap individu dalam melaksanakan aktivitas yang selalu berdasarkan serta perpedoman kepada nilai – nilai yang ada dan hidup dalam masyarakat. Di lain pihak nilai – nilai ini sangat mempengaruhi tindakan dan perilaku manusuia baik secara perorangan, kelompok maupun terhadap masyarakat itu sendiri. Di katakan demikian karena nilai – nilai tersebut adalah sekumpulan perorangan, kelompok atau masyarakat tidak patut terhadap obyek maaterial maupun non material. Dengan yang selalu diinginkan, di cita – citakan dan di anggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.
4. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
1. Akulturasi
Akulturasi dalah sebuah fenomena yang timbul sebagai hasil, jika kelompok – kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-bada bertemu dan mangadakan kontak secara langsung dan terus menerus, yang kemudian menimbulkan perubahan dalaam pola – pola kebudayaan.
2. Asimilasi
Asimilasi adalah suatu proses sosial yang telah lanjut yang ditandai dengan kurangnya pembedaan antara individi – induvidu dan antara kelompok – kelompok, dan makin eratnya kesatuan aksi, sikap – sikap dan proses mental yang berhubungan dengan kepentingan dan tujuan yang sama.
3. Difusi
Difusi adalah suatu proses penyebaran unsur – unsur kebudayaan dari perorangan kepada orang laindan dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Dengan proses terseut manusia mampu menghimpun penemuan – penemuan baru yang telah di hahisilkan.
4. Sintesa
Sintasa adalah campuran antara dua kebudayaan yang berbeda dan melahirkan kebudayaan dalam bentuk – bentuk baru dari keluarga.
5. Dominasi
Dominasi adalah bila kebudayaan terdesak dan akhirnya lenyap di ganti dengan kebudayaan yang baru masuk.
6. Faktor kemajuan teknologi
Perkembangan teknologi yang begitu cepat menimbulkan perkembangan – perkembangan pula di lapang sosial. Misalnya pengaruh penemuan radio mempunyai efek pada leapangan rekreasi, pendidikan, pengangkutan, agama, pertanian, ekonomi, pemerintah dan sebagainya.
7. Perubahan kependudukan
Perubahan kependudukan bisa terjadi kaarena adanya gerak kemasyarakatan. Gerak kemasyarakatan ini dapat di bagi menjadi dua yaitu gerak kemasyarakatan yang bersifat vertikal dan horizontal.
Jadi dengan adanya gerak kemasyarakatan yang mengakibatkan terjadinya perubahan kependudukan, ini bararti akan mengakibatkan terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan di dalam masyarakat.
2.2 Manfaat Keberagaman Budaya
Kebudayaan masyarakat Indonesia sangat beraneka ragam karena terdiri atas bermacam-macam suku bangsa, ras, agama, bahasa, adat istiadat, golongan politik dan sebagainya. Keragaman kebudayaan inilah yang menyebabkan masyarakat di Indonesia menjadi unik dan berbeda dengan masyarakat lainnya di dunia. Namun keberagaman tersebut menyebabkan kehidupan masayarakat Indonesia menjadi rawan konflik. Masyarakat majemuk atau multikultural memiliki karakteristik heterogen dengan pola hubungansosial antarindividu bersifat toleran dan harus menerima kenyataan untuk hidup berdampingan secara damai satu sama lain dengan perbedaan-perbedaan yang melekat pada tiap entitas sosial dan politiknya. Kebesaran kebudayaan sauatu masyarakat atau bangsa terletak pada kemampuannya untuk menampung berbagai perbedaan dan keberagaman dalam satu ikatan yang berdasarkan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan demokrasi. Manfaat keberagaman budaya suku-suku bangsa adalah sarana untuk menengahi setiap ada isu konflik separatis dan disintegrasi sosial.
Keberagaman budayapun banyak manfaatnya, antara lain sebagai modal dasar kekuatan dalam membangun bangsa Indonesia menuju bangsa yang besar dan modern, untuk mengembangkan kreatifitas kita sebagai generasi penerus bangsa, manfaat dalam ilmu pengetahuan yaitu untuk menambah referensi pengetahuan bagi setiap individu, untuk saling berinteraksi satu sama lain dari keanekaragaman budaya tersebut, mengetahui adat istiadat dan hukum adat yang berada pada budaya masing-masing, untuk ekonomi bisa di gunakan untuk menyedot wisatawan mancanegara dan bisa menambah devisa negara, untuk budaya sebagai perkembangan keanekaragaman budaya tersebut, dan yang terakhir teknologi, dengan adanya kemajuan teknologi maka kebudayaan yang sudah lama tumbuh bisa kita lacak kebenaranya, melalui peninggalan sejarah yang ada.
BAB III
Kesimpulan dan Penutup
3.1 Kesimpulan
Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok suku bangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya.Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Oleh karena itu, bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang multikultural. .
Berikut adalah yang menjadi factor utama penyebab dari keberagaman budaya. :
1. Keberagaman Suku Bangsa
2. Keberagaman Bahasa dan Dialek
3. Keberagaman Agama / Kepercayaan
4. Keberagaman Seni dan Budaya
Manfaat keberagaman budaya adalah sarana untuk menengahi setiap ada isu konflik separatis, disintegrasi sosial dan sebagai modal dasar kekuatan dalam membangun bangsa Indonesia menuju bangsa yang besar dan modern.
3.2 Daftar Pustaka
http://septian91.ngeblogs.com/2009/11/26/isd-keberagaman-kebudayaan/
http://prasetijo.wordpress.com/2009/07/24/keragaman-budaya-indonesia/
http://my.opera.com/paw_rs2/blog/2007/08/29/keragaman-suku-bangsa-di-indone
http://tanyasaja.detik.com/pertanyaan/40956-keberagaman-budaya
LKS IPS (XI) Halaman 14-17
- TERIMA KASIH -
